Dulu, aku sempat berdecak saat seorang teman mendeklarasikan dirinya,

“Gue maunya jadi relawan di sebuah organisasi internasional. Gak nikah juga gapapa.”

Gila! Ada manusia yang seperti itu. Mana mungkin? Hidup sendiri menghabiskan waktu hingga akhir usia, sendiri. Tanpa pasangan, tanpa anak, cucu. Apalagi.

Tapi pandanganku sedikit berubah saat ini. Entahlah. Menurutku, jika mereka memang mau memilih jalannya sendiri seperti itu, itu tidak menjadi masalah besar. Bisa jadi dia lebih banyak memberikan manfaat dibandingkanku. Apa aku juga sanggup nanti hidup dalam kekangan ‘keluarga’?

Aku malas memikirkannya. Malas juga melihat kenyataan yang seperti ini.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s