Rasa Sepeda

Kangen berduaan sama sepeda dengan hati yang ringan kayak dulu nih.

Dulu kayaknya, kalo naik sepeda itu bawaannya seneng, bahagia, tenang, enjoy, apalagi kalo sore. Waktu kebanggaan. Kalopun pulang cepet, nbakal disore-sorein biar ketemu sinarnya. Gak ada men yang bisa ngalahin cahaya matahari yang menyerobot masuk ke dalam celah-celah ranting, batang, maupun dedaunan pohon-pohon. Surga dunia.

Selalu bersyukur sama Allah dikasih kampus yang begitu damai. Banyak tempat buat sembunyi. Sembunyi dari keramaian jalan besar maupun bising orang lewat naik motor atau mobil. Ah, pokoknya menyenangkan.

Dan sekarang harus kembali merindukan berdua dengannya. Semester 6 ini begitu menyiksa. Terkadang harus praktikum ke Kalimalang yang harus naik kendaraan umum. Kadang juga harus ngajar yang juga pake angkot. Kadang juga cuma ke kampus tapi capeknya gak ketulungan. Males. Huaaaa kembalikan masa laluku yang damai!

Tapi life must go on. Rindu kan semakin tertahan semakin besar. Semakin rindu tertahan, semakin besar kita menghargai dan menikmati kilas waktu-waktu yang pernah kita lalui. Dan jadi berharap bisa nikmatin kayak gitu lagi.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s