Percaya

Ada perasaan seneng dan percaya diri ketika ada seseorang, yang dia tuh kayaknya jauh banget dari peradaban dan keramaian, yang misterius, yang bahkan diinget orang aja belum tentu, menceritakan hal yang dianggep rahasia dan penting baginya. Ke kita. Ke gue khususnya. Seneng karena gue dipercaya. Percaya diri karena gue masih ada yang percaya. Bagi gue, temen-temen yang rada antipati sama dunia sosial itu jauh lebih menarik buat gue yang dominan sanguinis ini.

Makanya, gue suka ketika ada seseorang, siapapun, laki kek cewek kek orientasi apa kek, latar masalahnya yang gimanapun, separah apapun, yang percaya sama gue menceritakan hal-hal pribadinya. Karena gue pun buat percaya sama orang susahnya setengah mati. Bagi gue, membuka diri buat cerita itu gak segampang kita membuka diri buat dengerin orang cerita. Rasa ngantuk karena ceritanya kepanjangan, rasa datar karena gak bisa memahami apa yang dia rasa, rasa bingung mau respon gimana, masih bisa diatasin dibandingin buat mulai cerita.

Makanya, gue bakal berusaha ngejaga se-ngejaga itu. Kayak kata seorang temen, “kepercayaan itu kayak kertas. Sekali dilecekin, dia gak akan pernah sama bentuknya kayak kertas pas awal lagi.”

Insya Allah euy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s