Teman yang Berbeda

Mesti bilang apa?
Aku seneng punya temen kayak dia. Beda segalanya. Beda agama, beda jenis kelamin, beda pemikiran, beda asal suku, beda kesukaan, beda gaya bahasa…
Tapi, nyambung banget. Aku rasa nyambung banget sama dia.

Baru kali ini, aku ngerasa gak ‘takut’ temenan sama orang non-muslim. Dulu, sedikit membatasi diri. Bahkan sangat hati-hati. Tapi emang gak banyak stok non-muslim kalo di smansa mah.

Sebenernya sederhana aja kenapa dia begitu berperan akhir-akhir ini di hidupku. Hal2 yang dia lakuin sebagai seorang temen itu biasa aja. Tapi, untuk seorang yang hidup di kota, dengan tingkat pengetahuan dan gengsi yang tinggi, hal sederhana itu begitu menyenangkan. Begitu jarang ditemui.

Dia suka chat ataupun sms duluan. Gak terlihat sama sekali dia gengsi untuk mulai duluan. Beda sama aku yang, yah, penakut anaknya. Takut ganggu orang terus, makanya ujung2nya gak jadi. Padahal bukan gengsi, tapi jadi terlihat kayak gitu.

Selalu ada topik menyenangkan dan hal-hal baru yang bikin aku mikir. Nah, he always let me thinking. Dia gak segan buat bikin aku nanya dan penasaran. Kadang dijawab dengan bahasa yang rada ngabstrak, kayak menyerahkan lagi urusan itu ke aku. Tapi, itu jadi kayak ngebentuk pola pikir “yang nentuin ini masalah selesai atau nggak, ya cuma elo cha.” That called, refleksi diri. Bercermin. Kadang juga dijawab dengan bahasa yang tegas, nunjukin kalo icha harus punya pendirian. Ah, suka banget sama gayanya yang nyeleneh tapi asik itu.

Dia, sangat menghargai wanita. Gak pernah ada bahasa dan pemikirannya yang terkesan merendahkan. Dia sangat memuliakan wanita. Itu yang bikin aku terkagum-kagum sama dia. Kadang, aku ngerasa bahasa dan sikapnya terlalu, lebay. Tapi, seneng banget diperlakukan kayak gitu. Kecil, remeh aja. Misalnya pas nonton. Dia ya akan mastiin kalo aku pulang dgn siapa, dan sampe rumah dgn selamat apa nggak. Atau pas kontakkan. Dia suka ngeledek dan muji aku dalam satu waktu, dan itu jujur. Dalem tapi aku suka cara penyampaiannya. Dia suka dengerin pendapatku, dan misalnya ga sesuai sama pemikiran dia, dibalikin dengan sopan banget. Laki-laki jawa ciri khasnya gini kali ya.

He takes me high, more, more, higher. Dia sosok teman dan sahabat yang hebat. Syukur alhamdulillah bisa punya temen kayak gini.

Semoga gak disusupin sama iblis dengan perasaan-perasaan aneh. Aku akan sangat merasa berdosa kalo gitu, udah khianat sama tali persaudaraan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s