I’m sorry. its all that i can say. You mean so much and i fix all that i’ve done. if i could start again. i throw it all away. to the shadows of regret and you would have the best of me.

Agak sakit sih, ketika lo lagi susah2nya, tapi temen lo lagi tell others that she just get a new job. Astaghfirullah.. Temen gue yg baik hati, terlalu baik. Gue yang sensitif. Emang susah menciptakan keadaan senang diatas kesusahan. It’s really hard to convince myself being happy above my pain.

I’m a kinda low-temper, but easy to blow up also. My mood is depend on the environment, circumstance, and who’s together with me. I feel like so many changes i have. Since one year ago. Since he had lost his job. Since my family can’t through it all.

Pengakuanku

Keikhlasanku diuji kini. Sudah ikhlaskah aku membersihkan segala hal tentangnya? Ia mengujiku bukan dengan membuatku patah. Tapi justru memberikan penyangga baru. Yang siap menyanggaku.

Teka-teki apa lagi yang harus kupecahkan?

Aku belum siap sepenuhnya. Aku sadar, aku belum bersih benar. Setiap pertimbanganku, pasti ada namanya yang entah kenapa selalu muncul menghalangi. Aku ingin membuka hati, membersihkan diri, bukan memendam atau menguburnya, yang sewaktu-waktu tanah yang menutupinya akan mengikis, terkikis, dan muncul kembali ke permukaan. Muncul di waktu tak terduga.

Mungkin ini adalah salah satu waktu dimana ia muncul kembali. Aku masih belum bersih. Pengakuanku, ia masih bertahan disini. Tidak, aku yang menahannya. Aku yang membuatnya tetap tinggal. Walaupun aku tau, ia telah menempati ruang baru yang lebih memenuhi hatinya.

Ruang apa itu aku tidak ingin tahu.

Biarkan ia tetap terjaga disini. Menyingkirkan segala pejantan. Aku meng-kambinghitamkan-mu, tanpa ingin membuat kita bersatu. Tanpa tau, apakah kamu memanfaatkanku pula? Walau kau tau, aku selalu bersedia dikambinghitamkan. Olehmu.

Praktikum 2

Hamdalah ya Allah…
Praktikum 1 dulu gue bener2 nggak ngerti lagi. Jiwa raga batin hati gue rasanya kayak terpaksa dan….dipaksakan. Tuntutan sks. Gak enak karena lagi GUIM di Indramayu terus jadi gak sempet ngurusin praktikum 1. Akhirnya karena ada Ela dan Dani yg baik mau gue tebengin, akhirnya dapet lembaga yang….gak gue banget. Meskipun gue banyak belajar dr PPSW tapi tetep aja, gak gue banget. Ekonomi gitu.

Di Praktikum 2 yang 4 hari ini, gue berasa kayak doa gue dikabulkan. Di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor (BPBD). Walaupun jauh banget, ongkos banyak, tapi…. Gue suka… :3 Gue kan emang minat di bencana atau nggak lingkungan. Ternyata Allah memudahkan jalan gue disini. Alhamdulillah bisa masuk langsung tanpa surat dulu. Surat ke Kesbangpol dan Linmas Bogor boleh nyusul. Mereka welcome banget pula. Pak Toni, Pak Jokowi, sama Pak Adam, udah kayak cees sama kita. Gue, Retno, Fathia, sama Ifa yang nyusul ngerasa nyamaaaaan banget. Hari apa kesana lupa besoknya langsung diajak ke Gunung Geulis buat projek Desa Tangguh.

Dan sekarang, masuk ke minggu ke dua gue di BPBD gue lebih menikmati lagi. Dapet temen baru dari temen temen fasilitator dan co fasilitator Desa Tangguh. Masyarakatnya juga seru. Aparatur desa sama pejabat setempat semuanya welcome. Aahhhh suka banget!! :’) Suasana ini bikin gue pingin nangis terus karena bahagia. I really enjoy this feeling.

Makasih Ya Allah. Mudahkanlah langkah hamba ke depan. Lancarkanlah.. Aamiiin..

Dulu, aku sempat berdecak saat seorang teman mendeklarasikan dirinya,

“Gue maunya jadi relawan di sebuah organisasi internasional. Gak nikah juga gapapa.”

Gila! Ada manusia yang seperti itu. Mana mungkin? Hidup sendiri menghabiskan waktu hingga akhir usia, sendiri. Tanpa pasangan, tanpa anak, cucu. Apalagi.

Tapi pandanganku sedikit berubah saat ini. Entahlah. Menurutku, jika mereka memang mau memilih jalannya sendiri seperti itu, itu tidak menjadi masalah besar. Bisa jadi dia lebih banyak memberikan manfaat dibandingkanku. Apa aku juga sanggup nanti hidup dalam kekangan ‘keluarga’?

Aku malas memikirkannya. Malas juga melihat kenyataan yang seperti ini.

 

Kini

Dan perlakuan ini menjadi sebuah energi baru, untuk tinggal atau bergerak.

Dan aku memilih melangkah.. Meninggalkan dan membersihkan semuanya, sekecil-kecilnya.

Kini jelaslah sudah.
Sepotong hati yang baru, sudah siap melanglang buana..

Bingung jeh.. Piye ki nolaknya? Di satu sisi pingin bgt jalan2. Di sisi lain, uangnya buat keperluan lain, trus praktikum gimandose… Trus kalo kambuh sakit…. Pasti gak boleh sih ini ama mamah. Hhhhh gatau deh puyeng eyke

Pecicilan

Ramadhan tahun ini, sama kayak tahun sebelumnya. Ajang reuni. Ajang temu kangen, penguatan relasi, keakraban, simbol prestige, semacam ada konstruksi sosial yang mengharuskan adanya bukber alias buka bersama dengan kelompok-kelompok yang pernah atau sedang disinggahinya. Entah akrab maupun formalitas. Ada 3 jenis orang kalo udah begini. 1. Orang yang heboh, mau ngurusin, ngomporin. Tipe aktip. 2. Tipe oportunis. Orang yang tengah-tengah, antara mau ngeramein sama males. Dia kalo dtg berarti ada perlunya. Kalo nggak yauwes. Yang jelas kehadirannya diperhitungkan dalam indikator deket nggaknya sebuah klp itu. 3. Tipe males. Dia yang gak respon samsek entah itu karena gapunya duid, males, menjauh dari peradaban, pingin dibilang misterius, gak punya pulsa, dll. Yang jelas dia gak respon. Tipe ini yang cukup nyusahin.

Gue gak bilang salah satu di antara 3 itu ada yang paling baik, karena gw yakin tiap orang ada fungsinya masing-masing dalam dinamika kelompok sosial. Ya sama, gue juga gitu. Kadang yang aktip, kadang yang oportunis, kadang yang no respon. Tapi ternyata, setelah gue alamin, gue ngerasa jadi orang yang cenderung di tipe 1: kegatelan ngurus beginian. Haha. Entahlah, gue emang sanguinis sok koleris gitu. Bahkan gue udah bikin agenda di pasca lebaran nanti buat mengunjungi beberapa dosen, guru, sama temen lama. Gatel gue kalo lost contact sama orang. Enak aja nyambung silaturahmi itu. Banyak wawasan. Yaa some people memilih menutup diri. Itu pilihan. Terserah. Yang jelas, gue berfungsi membuka pintu itu. Siapa sih yang gak seneng ketika dikunjungi? Gue si ngerasa seneng banget.

Pengalaman ini berdasarkan bbrp hal. Ketika gue msh semester awal, gue kaget kedatengan 3 tmn smp cowok yang notabenenya “ikhwan out of the box”. Hahaha. Kaget dan seneng. Kenapadari sekian bnyk temen smp mereka kepikiran buat k rumah gue? Disitu gue ngerasa dihargain bgt. Mungkin buat mereka gak seberapa atau asal nyeblak ae, tapi bagi gue ini menyenangkan :) makanya kalo di betawi tuh tamu itu raja. Ambil segala yang dipunya. Keluarin! Tumpe-tumpe dah. Karena mereka rela menyediakan wktunya buat sekedar inget kalian dan melaksanakan niatan itu :)

Gue sebel sih ketika ada di posisi 1 dan mesti berhadapan dengan mayoritas manusia tipe 2 dan 3. Eneg. Kayak gue noraaak gitu mau bgt ketemu. Iyuwh. pdhl apa salahnya sih nyambung silaturahmi? Tp setelah merasakan tipe 2 dan 3 hehe ternyata yaa kadang mau gak mau mesti gitu krn berbagai alasan. Mungkin ketika gue ada di.posisi lain, gue jadi rada peka aja. Yaa saling menghargai aja kali ya. Seenggaknya, respon. Bisa apa nggak. Karena ngurus beginian tuh cuapek dan ribet rek! Tergantung scopenya siih haha. Pecicilan bet ya gue.

Yasudah selesai coplas ceplos dari akiyuw. Tataw~